Farewell...




Mungkin dunia ini telah kehilangan keseimbangannya.
Hingga alpha tak lagi memegang kuasanya.
Cuma ada betha.
Mungkin bumi ini baru saja terguncang begitu hebatnya.
Hingga alpha berbalik memperlihatkan punggungnya.
Dan senyuman itu tak dapat lagi kubaca.
Cuma ada betha.
Ah, sudahlah!
Biarkan alpha dan betha mencari tempatnya sendiri.
Suka atau tidak.
Akulah malaikat dan setan bagi diriku sendiri.
Aku yang memegang kendali.

 ••

Label: ,


 Tentang Alpha 

 



Tempat ini begitu rusuh—tapi hampa di satu sisi. Kutengok kanan-kiri. Pasukanku selalu tak ada disini. Aku mulai berbicara pada angin. Menyingkap makna solitude dalam hati.

Tapi dia tiba-tiba hadir. Menyabotase imajinasiku berulangkali. Aku berhenti berkamuflase.

Ah, siapakah dia? Aku berusaha mengenalinya. Oh, ternyata Alpha.

•• 

Bayang Alpha tak henti menggelitik kalbu. Bukan lantaran abrakadabra, tapi karena energi rasa yang tak pelak seperti kebalikan mekanika kuantum. Ia berwujud rasa yang menggebu secara kontinyu, bukan diskrit berupa paket atau kuanta. Alpha. Dia memang bukan titisan dewa. Tapi dia layak untuk dipuja. Dia selalu berhasil menyelamatkanku dari ketidakpastian. Ironisnya, selalu kubalas dia dengan segenap permasalahan. Ah, aku juga ingin menjadi penyelamatnya. Tapi, menyelamatkannya dari apa?

••


Label: ,